puisi cinta

”Aroma Itu.. Dia pasti Kekasihku”

Tertegun aku. Kuhentikan sejenak tatapku pada kekasihku.
Kemudian berdiri mencoba menyelidiki sesuatu dengan tatapanku.
“Aroma itu” Gumamku. Sebuah wangi…

”Rindu”

Di sekelip cemasku yang mendalam Terselip kerinduan yang mendalam Pada gelisahku yang kian gusar Cemburu di hatiku mulai terbakar Cemas dengan ketiadaanmu Rindu…

”Pengorbananku”

Beribu cinta datang padaku, beribu penolakan kuberikan Beribu harapanku padamu, namun belum jua tersapa salamku padamu Belum berpihak jua cintamu padaku Samudra…

”Kembang Ungu”

Kembang Ayu yang tumbuh di tengah rimbunnya dedaunan. Saat ku menyeruak diantara belukar yang tak rela kuncupmu mengembang , seakan kelopak indahmu terbelenggu… Sungguh…

”Hati Yang Menjerit..”

malam ini terasa hening tak satupun yg mnemani membayangkan wajah yg tak pernah bisa kuu lupaa.. malam ini akuu sendiri gelap malam terasa mencekam namun tak pernah…

Posted in Uncategorized | Leave a comment

NGARAN ANAK SATO

Anak anjing : kirik/kicik
Anak bagong : begu
Anak bandeng : nanar
Anak banteng : bangkanang
Anak bangbung : kuuk
Anak bangkong : buruy
Anak belut : kuntit
Anak bogo : cingok
Anak boncel : bayong
Anak buhaya : bocokok
Anak deleg : boncel
Anak embe : ceme
Anak gajah : menel
Anak hayam : ciak/pitik
Anak japati : piyik
Anak kancra : badal
Anak keuyeup : bonceret
Anak kuda : belo
Anak kukupu : hileud
Anak kutu : kuar
Anak lancah : aom
Anak lauk : kebul/burayak
Anak lele : nanahaon
Anak lubang : leungli
Anak maung : juag/aum
Anak monyet : begog
Anak munding : eneng
Anak reungit : utek-utek
Anak sapi : pedet
Anak ucing : bilatung

Posted in Uncategorized | Leave a comment

GLOBAL WORMING (PEMANASAN GLOBAL)

Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia”[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

ngaran kekembangan

Kembang awi : eumbreuk
Kembang bako : bosongot
Kembang bawang : ulated
Kembang bolang : ancal
Kembang boled : tela
Kembang cabe : bolotot
Kembang cau : jantung
Kembang cengek : pencenges
Kembang cikur : jelengut
Kembang eurih : ancul
Kembang gedang : ingwang
Kembang genjer : gelenye
Kembang hoe : bubuay
Kembang honje : comrang/rombeh
Kembang jaat : jalinger
Kembang jambe : mayang
Kembang jambu aer : lenyap
Kembang jambu batu : karuk
Kembang jarak : uing
Kembang jengkol : merekenyenyen
Kembang jeruk : angkruk/angkes
Kembang jotang : puntung
Kembang kadu : olohok
Kembang kalapa : suligar
Kembang peuteuy : pendul
Kembang kaso : curiwis
Kembang kawung : pengis
Kembang koneng : badul
Kembang kulur : pelepes
Kembang laja : jamotrot
Kembang leunca : pengit
Kembang limus : seleksek
Kembang lopang : cacas
Kembang muncang : rinduy
Kembang pare : ringsang
Kembang salak : sedek/gojod
Kembang sampeu : dingdet
Kembang taleus : ancal
Kembang tangkil : uceng
Kembang terong : moncorong
Kembang tiwu : badaus
Kembang waluh : alewoh

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment